Senin, 08 Juli 2019

MENYONGSONG HARI KEPENDUDUKAN SEDUNIA, PILAR 8 FUNGSI KELUARGA HARUS DIPERKUAT


MENYONGSONG HARI KEPENDUDUKAN SEDUNIA,
 PILAR  8 FUNGSI DALAM KELUARGA HARUS DIPERKUAT

OLEH : DRA. IDA SWASANTI, MM.M.Si
PKB AHLI MUDA

    



Dalam menyongsong hari Kependudukan Sedunia pad a tanggal 11 Juli 2019, pemikiran kita akan mengarah pada besarnya jumlah penduduk di dunia saat sekarang ini. Penduduk dengan segala permasalahannya baik di kota maupun di desa, di negara kaya maupun miskin, pada kalangan orang berada maupun yang kurang mampu segalanya pasti ada masalah. Dari permasalahan tersebut menunjukkan fakta bahwa semakin bertambah banyak penduduk, semakin komplek masalahnya. Menurut Dewan Kependudukan Dunia (UNFPA-United Nations Population Funf) diperkirakan jumlah penduduk dunia saat sekarang ini mencapai 5 Miliar. Oleh karena itu pada momentum ini marilah kita semua meningkatkan perhatian betapa pentingnya memahami masalah masalah kependudukan dan mencari solusi untuk pemecahan masalah-masalah kependudukan tersebut.
Bagaimanakah masalh kependudukan yang ada di Indonesia saat sekarang ini?  Jumlah penduduk Indonesia pada saat ini bisa dikatakan besar, bahkan Indonesia menduduki penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Permasalahan jumlah penduduk tersebut menimbulkan dampak yang berarti, antara lain dampaknya adalah sebagai berikut;
a)      Ketersediaan bahan pangan terbatas.
b)      Sarana perumahan dan tempat tinggal kurang memadai.
c)       Fasilitas kesehatan, pendidikan, dan hiburan kurang.
d)      Angka pengangguran tinggi.
e)      Angka kriminalitas tinggi.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi ini  menyebabkan jumlah penduduk di Indonesia semakin besar. Salah satu solusi untuk mengendalikan pertumbuhan yang tinggi adalah melaksanakan program keluarga berencana (KB). Tujuan utama KB adalah menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesehatan keluarga. Permasalahan penduduk di Indonesia yang kedua adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia, yang mana kualitas SDM ini dapat dilihat berdasarkan fenomena berikut.
  Angka kematian bayi tinggi.
  Angka harapan hidup rendah.
  Tingkat pendidikan rendah.
  Kualitas kesehatan rendah.
  Rasio beban tanggungan tinggi.
.


Bagaimanakah agar permasalahan kependudukan dapat diperkecil, jawabnya adalah dari keluarga itu sendiri. Pelaksanaan 8 fungsi keluarga akan memperkuat pondasi keluarga itu sendiri, dan akhirnya akan menekan permasalahan permasalahn yang saat sekarang ini banyak yang timbul di masyarakat.


1.    Fungsi Agama
Menguatkan keluarga dengan memberikan penanaman Agama sejak kecil , dan menjadikan pilar Agama dalam mengatur sendi sendi kehidupan. Mengajak anggota keluarga dalam momentum menjalankan ibadah secara rutin.
2.    Fungsi Sosial Budaya
Dengan mengajarkan tentang sosial dan budaya, maka keluarga akan memahami kebiasaan dan adat istiadat daerahnya masing masing. Mengenalkan Budaya dan sosial kepada anak, agar mereka mencintai kebudayaannya.
3.    Fungsi Cinta dan Kasih sayang
Fungsi Cinta dan Kasih sayang menciptakan hubungan yang akrab dengan anggota keluarga lainnya. Menanamkan fungsi cinta dan kasih sayang ini akan memperkuat hubungan anggota keluarga satu dengan yang lainnya
4.    Fungsi Perlindungan
Fungsi Perlindungan atau proteksi dalam keluarga akan menjadikan anggota keluarga merasa lebih aman dalam kehidupannya.
5.    Fungsi Reproduksi
Mendapatkan keturunan yang sehat dan sejahtera adalah merupakan dambaab dari setiap keluarga. Dengan mengkuti program KB maka mereka akanmerasa terayomi
6.    Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Dengan fungsi sosialisasi dan pendidikan, maka anggota keluarga akan meningkatkan keilmuannya dalam masyarakat. Ilmu dalam pendidikan dan kemasyarakatan lebih ditingkatkan
7.    Fungsi Ekonomi
Faktor ekonomi saat sekarang ini menjadi bagian yang penting dalam berkeluarga. Dengan tuntutta kebutuhan yang ada setiap keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ekonomi semampu dia dan sewajarnya.
8.    Fungsi Lingkungan
Fungsi Lingkungan akan mempengaruhi kehidupan dan sikap setiap anggota kelurga. Lingkungan yang sehat akan  menjadikan contoh seseorang dalam bersikap dan tingkah laku

Dengan terlaksanakanya 8 fungsi keluarga ini maka akan dapat menekan masalah kependudukan yang ada, dan  akan menyelatkan generasi penduduk kedepannya.

SELAMAT HARI KEPENDUDUKAN SEDUNIA TAHUN 2019

Kamis, 23 Agustus 2018

Upaya meningkatkan Pendewasaan Usia Perkawinan pada Mahasiswa

      Dalam rangka menyukseskan program KKBPK di wilayah kecamatan Bojonegoro khususnya dan kabupaten Bojonegoro umumnya, maka Penyuluh Keluarga Berencana di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Bojonegoro, tepatnya di Jalan Lettu Suwolo pada hari Kamis, tanggal 23 Agustus 2018 mengadakan pembinaan kepada Generasi Muda, khususnya di kalangan Mahasiswa. Pada pembinaan kali ini dihadirkan pengurus dan anggota kelompok PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) dari tiga Perguruan Tinggi di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Universitas Bojonegoro, Universitas Terbuka, dan IKIP PGRI. 

      Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat Kabupaten/Kota memang menjadi kewenangan daerah bahkan menjadi urusan wajib sesuai dengan amanat  PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Aspek Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga harus dihapami oleh para Generasi Muda yang ada saat sekarang ini.  Di dala program tersebut, para Generasi muda harus memahami beberapa aspek, yaitu aspek pengendalian kuantitas penduduk, aspek peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya, dan aspek Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusur melalui berbagi indikator  yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan 8 fungsi keluarga, yaitu fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi , dan Fungsi Lingkungan.

       PIK Remaja yang beranggotakan para remaja itu bertujuan untuk memberikan informasi tentang PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja), Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), Pelayanan Konseling dan Rujukan PKBR. Program PIK Remaja dikenal dengan GenRe , yaitu  program untuk remaja agar bisa menyiapkan kehidupan keluarganya kelak sehingga mampu melaksanakan pendidikan, karir, dan pernikahan terencana.

   Dalam pertemuan saat itu dikenalkan kepada para Anggota PIK Remaja tentang salam Gen Re. Yang artinya para Remaja mengatakan TIDAK untuk Pernikahan dini, hubungan sex sebelum menikah, dan Napza. Salam GenRe ini disimbolkan dengan bentuk lingkaran yang  oleh ibu jadi dan telunjuk itu menandakan me-nol-kan atau MENGHINDARI (Zero). Dan tiga jari lainnya menyimbolkan hal hal yang tidak dilakukan oleh remaja.

     Pada sesi materi ini juga dilakukan tanya jawab tentang permasalahan pada remaja. Seperti kita ketahui permasalahan remaja sangat komplek. dengan semakin berkembangnya tehnologi, permasalahan para remaja juga semakin meningkat. Pergaulan dan kehidupan yang dianggap modern menjadi pencetus timbulnya permasalahan saat sekarang ini. Disampaikan oleh petugas Penyuluh Keluarga Berencana, Dra. Ida Swasanti MM. M.Si. dan Dra Endah Tri Ratnawati tentang kondisi yang ada sekarang ini. Penguatan delapan fungsi keluarga sangat berperan, kemampuan memiliki ketrampilan hidup atau life skill harus digali pada diri remaja saat ini. Dengan mempersiapkan dirinya secara terencana kedepan, maka kehidupan yang lebih terarah dan terencana akan dicapai.

      Harapannya, dengan adanya pembinaan PIK R di 3 Perguruan Tinggi ini diharapkan mereka bisa meneruskan pada remaja disekelilingnnya, dan dapat menerapkan kegiatan PIK R ini di lingkup kampusnya, sehingga informasi tidak berhenti sampai disini saja. 

Rabu, 15 Agustus 2018

Festival Waluh Meningkatkan Kesejahteraan Warga di Kampung KB

        Hari ini Rabu tanggal 15 Agustus 2018 desa Kumpulrejo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, yang merupakan salah satu Kampung KB di Kabupaten Bojonegoro juga tidak lepas dari upaya memeriahkan hari kemerdekaan RI, dan mungkin upaya memeriahkan HUT RI Ke &# ini juga dilakukan di desa desa lainnya. Salah satu kegiatan lain di desa Kumpulrejo kecamatan Kapas yang dilakukan sebagai rangkaian memeriahkan HUT Republik Indonesia, yang berbeda dan lain dari desa yang lain  adalah Festival Waluh.  Festival Waluh ini merupakan salah satu upaya mengangkat komoditi buah waluh yang banyak di desa. Dan kegiatan ini adalah festival yang kedua kalinya, dimana tahun 2017 juga pernah dilaksanakan kegiatan tersebut. 
       seperti diuraikan diatas Waluh adalah salah satu komoditi pertanian yang banyak dihasilkan dan digalakkan di desa tersebut. dengan berlimpahnya buah waluh saat musim panen membuat masyarakat bingung untuk mengolahnya, sehingga harganya menjadi turun. Dengan adanya ide festival waluh ini diharapkan ekonomi masyarakat dapat terangkat, usaha di bidang olahan makanan (UPPKS) juga dapat terangkat. Dari beberapa hasil olahan, nampaknya ada upaya dari masyarakat untuk melakukan inovasi dan kreasi makanan dengan bahan waluh ini. Beberapa makanan yang merupakah hasil olahan adalah : jenang waluh, makanan ringan dari waluh, wingko waluh, keripik waluh bahkan mie ayam dimana bahan mienya juga ada campuran waluh. 
       Pengunjung yang hadir dalam festival sangat antusias dalam mencoba aneka makanan olahan tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Camat Kapas dan Dinas Instansi di lingkup Kecamatan Kapas. Dalam sambutan pembukaan diharapkan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat olahan makanan mendapat support dari dinas terkait, dan kegiatan ini bisa menjadi sarana agenda wisata di desa Kumpulrejo, yang dapat mengenalkan masyarakat di luar tentang desa Kumpulrejo sendiri. 
       Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) dengan Penyuluh Keluarga Berencana di lingkup kecamatan Kapas aktif meningkatkan kelompok UPPKS (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera)  . Pembinaan Kelompok UPPKS oleh Penyuluh Keluarga Berencana wilayah desa tersebut Sri Suhartini, A.Md. rutin dilaksanakan. Pembinaan kepada anggota PIK R juga dengan menggali Life Skillnya. Harapannya sebagai salah satu desa Kampung KB, diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dengan SDM dan SDA yang ada. Advokasi kepada Kepala Desa juga diberikan, sehingga dukungan akan selalu ada untuk menyukseskan kegiatan program KKBPK.
       Dengan semakin meningkatnya kesejahteraan di desa Kumpulrejo, maka kriteria sebagai desa Kampung KB akan semakin lebih baik, karena masyarakatnya akan lebih sejahtera. Dan hal inilah yang menjadi cita cita dalam Pembangunan KKBPK.

Rabu, 27 Desember 2017

Pertemuan IMP sebagai sarana silaturahmi dan sosialisasi program

   IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) adalah merupakan kepanjangan tangan program KB yang saat sekarang ini disebut program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana  dan Pembangunan Keluarga).
   Ujung tombak program KB adalah para kader sub PPKBD dan PPKBD yang ada di wilayah desa.  Sumbangsih mereka sangat besar sekali dalam mendukung suksesnya program KKBPK.  Semangat mereka yang tak pernahblelah,  bekerja atas dasar ingin membantu masyarakat lain adalah dorongab mereka.  Walaupun honor yang diterima tidak sebwrapa,  tetapi  jiwa untuk mengabdi pada desa itulah yang utama,  dan juga pemahaman tentang program program pemerintah merupakan faktor pendorong mereka untuk maju.  Tambahan intensif dari pihak desa dengan dukungan dana ADD yang tidak besar bisa menjadi penyemangat mereka.
   Pertemuan yang dilakukan di tingkat kecamatan dijadikan ajang silaturahmi bagi mereka.  Berkumpulnya sesama kader di tibgjat kecamatan juga sebagai sarana ngangsu kawruh adanya informasi terbaru. Walaupun kemajuan twhnologi seperti sms,  WA,  maupun media sosial lainnya tidak mematikan semangat mereka untuk hadir dalam pertemuan. Program program baru tersosialisasikan lewat pertemuan. Semangat yang terus membara hendaknya jangan dipatahkan.
   Kecamtan Sukosewu jumlah IMP sebanyak 116 orang sangat antusias saat pertemuan IMP diadakan.  Mereka sangat bersemangat mendengarkan paparan program dan evaluasi,  dan saat yang ditunggu adalah adanya doorprize yang dikelola oleh PPKBD koordinator, hadiah kecil diberikan saat mereka bisa menjawab pertanyaan,  sekaligus mereview program yang ada.  Dan saat pertemuan ditutup dengan pembagian honor bagi mereka.  Indahnya berbagi dalam kebersamaan.

Bagaimana dengan semangat kader IMP di wilayahmu...

Minggu, 17 Desember 2017

life skill bagi remaja

Life Skill (ketrampilan hidup) apakah yang telah engkau miliki?

Sebagai generasi muda jaman now life skill (ketrampilan hidup) saat sekarang menjadi hal yang perlu untuk dikuasai oleh para remaja.
Ketrampilan hidup adalah berbagai ketrampilan atau kemampuan untuk berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan.
UNTUK APAKAH KETRAMPILAN HIDUP BAGI REMAJA?
A.  Membantu remaja mencapai tugas pertumbuhan dan perkembangan pribadi
B.  Membantu remaja mencapai tugas pertumbuhan dan perkembangan sosial

Macam macam Ketrampilan Hidup :
1. Physical skill
2. Mental skill
3. Emotional skill
4. Spriritual skill
5. Vocational skill
6. Adversity skill

1.  Physical skill, dapat didapaykan denga ketrampilan memahami tubuhnya sendiri,  berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri  mengatur pola makan,  berolahraga murah dan sehat serta kerrampilan mengelola tidur ubtuk terapi kesehatan

2. Mental skill didapatkan dengan kerrampilan mengambil keputusan , mempercayai dan menghargai diri,  ketrampilan berpikir positif,  mengatasi stress,  mengambil keputusan dan menyelesaikan permasalahan

3. Emotional skill dapat dilatih dengan ketrampilan tegas (asertif),  berkomunikasi dengan orang lain.

4. Spriritual skill dapat dicapai dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan kesabaran penciptanya

5. Vocational skilk dapat ditingkatkan dengan kemampuan atau ketrampilan khusus yang dimiliki oleh remaja dalam bidang non akademik berupa kemampuan remaja ubtuk berwirausaha sesuai bakat dan minatnya.

6. Adversity skill adalah bagaimana seorang rwmaja mengubah hambatan menjadi peluang bagi dirinya

Seorang remaja pada dasarnya dibagi menjadi tiga kategori (menurut AQ) , Yaitu :
- quitters,  seorang remaja yang memilik untukbkeluar,  mengjindari kewajiban, mundur dan berhenti.
-camlers. Yaitu remaja yang tidak berani melangkah jauh,  memilih berhenti di tempat yang nyaman,  tidak mau menghadapi/manjauhi tantangan dan situasi yang dirasa tidak bersahabat
-climbers,  selalu memikirkan adabya kemungkinan,  tidak membiarkan umur,  kenis kelamin,  ras,  cacat fisik atau mental dan hambatan lainnya yang menganggu perjuannya.

Sekarang... Remaja seperti apakah kalian menurut AQ..??